Jangkau Jorong Terjauh, Mahasiswa KKN UNP Benahi Akses Jalan dan Fasilitas Ibadah di Sipuah

Mahasiswa KKN UNP berswafoto dengan Walinagari Sumpur Kudus yang dilatari hasil pemasangan plang penunjuk arah. (foto; ist)

SIJUNJUNG, FOKUSSUMBAR.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Padang (KKN UNP) Sumpur Kudus Kelompok 1 dan Kelompok 2 melaksanakan sejumlah program kerja di Jorong Sipuah, Nagari Sumpur Kudus, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, pada 21–23 Juli 2026.

Kegiatan tersebut meliputi gotong royong membersihkan jalan, pembuatan plang penunjuk arah, penyediaan gantungan mukena berbahan bambu, serta senam bersama ibu-ibu setempat. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat di salah satu wilayah terjauh di Nagari Sumpur Kudus.

Jorong Sipuah merupakan satu dari sembilan jorong yang berada di Nagari Sumpur Kudus. Lokasinya menjadi yang paling jauh dari pusat nagari dengan waktu tempuh sekitar 30 menit hingga satu jam, bergantung pada kondisi perjalanan.

Jarak tersebut membuat pelaksanaan kegiatan membutuhkan persiapan dan koordinasi lebih matang. Meski demikian, mahasiswa dari kedua kelompok tetap menjangkau wilayah tersebut melalui program kerja bersama.

Salah seorang mahasiswa KKN UNP, Alifa Hayati, mengatakan kegiatan diawali dengan survei dan observasi lapangan bersama Kelompok 2. Tahapan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi wilayah dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sebelum program dijalankan. Dari hasil observasi, mahasiswa menemukan persoalan pada akses jalan, ketersediaan penunjuk arah, dan fasilitas ibadah.

BACA JUGA :  Wali Kota Solok Apresiasi Hadirnya Solok Arena, Fasilitas Baru untuk Geliat Olahraga Daerah
Kegiatan gotong royong membersihkan jalan di jorong Sipuah. (foto; ist)

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah belum tersedianya plang yang menunjukkan arah menuju Sipuah Atas dan Sipuah Bawah. Padahal, jalan tersebut menjadi akses utama yang dilalui masyarakat menuju kedua wilayah.

Rumput yang tumbuh tinggi di sepanjang jalan juga telah menutupi sebagian sisi badan jalan. Kondisi itu dinilai mengurangi kenyamanan pengguna jalan, terutama bagi masyarakat dan pendatang yang belum mengenal wilayah tersebut.

Menindaklanjuti hasil observasi, mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan gotong royong untuk membersihkan akses menuju Sipuah Atas dan Sipuah Bawah. Pembersihan dilakukan dengan memangkas rumput dan merapikan bagian jalan yang mulai tertutup tanaman. Setelah akses dibersihkan, mahasiswa membuat dan memasang plang agar arah menuju kedua wilayah lebih mudah dikenali.

Hasil pembuatan rak mukena di musala jorong Sipuah. (foto; ist)

Program lain diarahkan untuk melengkapi fasilitas salah satu musala di Sipuah Atas. Mahasiswa menemukan bahwa musala tersebut belum memiliki tempat yang memadai untuk menggantung mukena dan menyimpan perlengkapan ibadah. Sebagai solusi, mahasiswa membuat gantungan mukena dengan memanfaatkan bambu yang tersedia di sekitar Jorong Sipuah. Bambu dipilih karena mudah diperoleh, dapat diolah dengan peralatan sederhana, dan memiliki manfaat langsung bagi jemaah.

BACA JUGA :  Tingkatkan Aksesibilitas Warga, LPM Sawahan Timur Kebut Pembenahan Jalan Melalui Betonisasi Manunggal

Seluruh kegiatan di Jorong Sipuah dilaksanakan selama tiga hari. Pada hari pertama, mahasiswa melakukan sosialisasi dan berdiskusi dengan masyarakat mengenai rencana program yang akan dijalankan.

Hari kedua diisi dengan gotong royong membersihkan jalan, sedangkan hari ketiga difokuskan pada pembuatan dan pemasangan plang, penempatan gantungan mukena di musala, serta interaksi bersama masyarakat melalui kegiatan senam.

Kepala Jorong Sipuah menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UNP Sumpur Kudus Kelompok 1 dan Kelompok 2. Ia menilai kehadiran mahasiswa memberikan manfaat bagi masyarakat, meskipun kegiatan hanya berlangsung dalam waktu singkat. Menurutnya, pelaksanaan KKN periode Juli–Agustus 2026 menjadi hal yang membanggakan karena mulai menjangkau Jorong Sipuah yang letaknya jauh dari pusat nagari. Program yang dilaksanakan juga dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Tingkatkan Aksesibilitas Warga, LPM Sawahan Timur Kebut Pembenahan Jalan Melalui Betonisasi Manunggal

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UNP Sumpur Kudus Kelompok 1 dan 2 yang tetap datang dan melaksanakan program kerja di Jorong Sipuah meskipun jaraknya cukup jauh dari pusat nagari,” ujar Kepala Jorong Sipuah. Ia menambahkan, masyarakat merasa terbantu melalui kegiatan pembersihan jalan, pemasangan plang, pembuatan gantungan mukena, dan senam bersama ibu-ibu. Meskipun hanya berlangsung selama tiga hari, kegiatan tersebut memberikan kesan positif bagi masyarakat.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNP tidak hanya menghasilkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong. Plang penunjuk arah diharapkan membantu masyarakat dan pendatang mengenali jalur menuju Sipuah Atas dan Sipuah Bawah.

Gantungan mukena yang ditempatkan di musala juga diharapkan dapat menunjang kenyamanan jemaah dalam beribadah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa jarak tidak menghalangi mahasiswa untuk menghadirkan pengabdian yang relevan bagi masyarakat. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *