PAINAN, FOKUSSUMBAR.COM-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui program KOPI Pessel.
Kali ini, sektor pariwisata menjadi pembahasan utama dalam pertemuan perdana PWI Pessel bersama Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Pessel. Senen (14/9/2026).
Ketua PWI Pesisir Selatan, H. Robby Oktora Romanza mengatakan, KOPI Pessel merupakan wadah komunikasi dan sinergitas antara insan pers dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
Menurut Robby, pertemuan dengan Disbudpora menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih kuat dalam mendukung program pemerintah daerah, sekaligus menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara terbuka.
“Ini merupakan kegiatan sinergitas perdana PWI Pessel dengan Disbudpora melalui program KOPI Pessel. Kita ingin komunikasi antara pers dan pemerintah semakin baik, sehingga program-program pembangunan dapat diketahui masyarakat secara luas,” ujar Robby.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Disbudpora Pessel Ronald Bernando memaparkan arah kebijakan dan program dinas yang diselaraskan dengan visi dan misi Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni bersama Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim.
Ronald menegaskan, pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu fokus penting karena Pesisir Selatan memiliki potensi wisata yang sangat besar.
Tidak hanya mengejar angka kunjungan wisatawan, pengembangan pariwisata diarahkan agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Fokus Disbudpora adalah bagaimana pariwisata Pesisir Selatan semakin berkembang, sehingga dapat meningkatkan PAD sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” tegas Ronald.
Carocok dan Mandeh Jadi Prioritas
Dalam pengembangan destinasi wisata, Disbudpora memberikan perhatian terhadap sejumlah kawasan yang memiliki potensi besar, terutama Objek Wisata Carocok Painan dan Kawasan Wisata Mandeh.
Kedua destinasi tersebut dinilai memiliki daya tarik yang kuat untuk dikembangkan menjadi penggerak ekonomi daerah. Jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, sektor pariwisata dapat memberikan efek berantai terhadap pelaku UMKM, pedagang, pengusaha jasa wisata, transportasi, penginapan hingga masyarakat sekitar kawasan wisata.
Karena itu, sinergi pemerintah daerah dengan insan pers dinilai penting untuk membangun promosi sekaligus pengawasan terhadap pengembangan destinasi wisata.
PWI Pessel melalui KOPI Pessel juga diharapkan tidak hanya menjadi mitra dalam publikasi, tetapi ikut mendorong lahirnya gagasan dan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah.
Mandeh Run Jadi Momentum Promosi Wisata
Salah satu agenda yang turut menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata Pesisir Selatan adalah rencana pelaksanaan Mandeh Run yang dijadwalkan pada 7 November 2026.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Kawasan Wisata Mandeh kepada masyarakat luas sekaligus menarik wisatawan dan peserta dari berbagai daerah.
Jika dikemas secara profesional, event olahraga dan pariwisata seperti Mandeh Run tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi promosi destinasi wisata Pesisir Selatan.
PWI Pessel menilai momentum tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat branding pariwisata Pesisir Selatan.
KOPI Pessel pun diharapkan menjadi ruang dialog yang berkelanjutan antara PWI dan OPD, sehingga komunikasi tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut pada sinergi nyata dalam mengawal pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan potensi Carocok Painan dan Mandeh yang begitu besar, tantangannya kini bukan sekadar mendatangkan wisatawan, tetapi memastikan setiap geliat pariwisata benar-benar menghasilkan PAD dan mengalirkan manfaat ekonomi kepada masyarakat Pesisir Selatan. (MoN)






