PADANG PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM – Persoalan dalam keluarga tidak selalu terlihat dari luar. Karena itu, kader yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat dituntut tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga peka melihat kondisi dan memahami kebutuhan keluarga yang didampingi.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang dalam meningkatkan kapasitas Kader Tribina melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Tribina dalam Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi melalui Komunikasi Efektif pada Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).
Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako, I Putu Venda, Senin (14/9/2026), di Hotel Pangeran.
Dalam sambutannya, Venda menyampaikan, kedekatan kader dengan masyarakat merupakan salah satu kekuatan penting dalam mendukung pembangunan keluarga. Kader berinteraksi langsung dengan keluarga di lingkungannya sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengetahui persoalan yang mungkin belum tersampaikan kepada pemerintah.
“Kadang persoalan itu tidak langsung disampaikan. Oleh karena itu, kader harus bisa melihat, mendengar, dan memahami kondisi keluarga yang didampingi,” ujarnya.
Menurutnya, peran Kader Tribina berbeda sesuai dengan kelompok pendampingannya. Kader Bina Keluarga Balita (BKB), misalnya, berhadapan dengan keluarga yang memiliki anak usia balita, terutama berkaitan dengan tumbuh kembang dan pola pengasuhan.
Kader Bina Keluarga Remaja (BKR) bersentuhan dengan keluarga yang memiliki anak remaja, termasuk persoalan pergaulan, perkembangan diri, dan lingkungan. Sedangkan Kader Bina Keluarga Lansia (BKL) berhubungan dengan keluarga yang memiliki anggota lanjut usia beserta berbagai kebutuhan mereka.
“Jadi, bukan sekadar menyampaikan program. Yang lebih penting adalah bagaimana pesan itu sampai dan dipahami keluarga, kemudian apa yang bisa dilakukan ketika ditemukan persoalan,” katanya.
Venda juga mengingatkan pentingnya kemampuan berkomunikasi ketika kader berhadapan dengan keluarga. Penyampaian informasi, menurutnya, harus disesuaikan dengan kondisi dan karakter orang yang diajak berbicara. Selain itu, kader perlu memahami batas perannya, termasuk mengetahui persoalan yang dapat dibantu di tingkat keluarga serta kondisi yang perlu diteruskan kepada petugas atau layanan terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Winarno menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi kader untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat. Selain keterampilan komunikasi, para kader juga mendapatkan pembaruan informasi mengenai program ketahanan dan pemberdayaan keluarga.
Kegiatan tersebut diikuti 40 Kader Tribina se-Kota Padang Panjang. Materi disampaikan Ketua TP PKK Kota, Ny. Maria Feronika Hendri serta instruktur outbound dari Lembaga Funtastic Provider, Beni Satria. (harris)
