PADANG, FOKUSSUMBAR.COM-Pemerintah Kota Padang mulai mengubah wajah kawasan Kota Tua Padang. Pembenahan tahap awal diarahkan pada infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga dan wisatawan, mulai dari drainase, jalan hingga trotoar.
Proyek tersebut dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang menggunakan anggaran sekitar Rp4 miliar dari APBD Kota Padang. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri mengatakan, penataan tidak dilakukan sekaligus di seluruh kawasan. Pemerintah memilih titik-titik yang dinilai paling membutuhkan perbaikan untuk dikerjakan terlebih dahulu.
“Kami memulainya dari titik-titik yang dianggap paling membutuhkan pembenahan. Setelah bagian tersebut selesai, penataan akan dilanjutkan ke lokasi lainnya sehingga pengembangan kawasan bisa dilakukan secara terencana,” kata Malvi di Padang, Kamis.
Drainase Dibenahi, Jalan Diganti Batu Andesit
Tahap awal revitalisasi Kota Tua Padang tidak sekadar memperbaiki permukaan jalan. Infrastruktur pendukung kawasan juga mendapat perhatian.
PUPR mengerjakan pembenahan drainase sebelum dilanjutkan dengan peningkatan material jalan menggunakan batu andesit. Trotoar di kawasan tersebut juga direhabilitasi.
Penataan ini diarahkan agar kawasan Kota Tua memiliki infrastruktur yang lebih layak sekaligus tampilan yang lebih mendukung aktivitas wisata.
“Revitalisasi yang dilakukan saat ini mencakup drainase, kemudian dilanjutkan dengan penggantian material jalan menggunakan batu andesit dan rehabilitasi trotoar di kawasan Kota Tua Padang,” ujar Malvi.
Menurut dia, peningkatan kualitas kawasan diharapkan membuat masyarakat lebih nyaman beraktivitas. Wisatawan juga diharapkan mendapatkan pengalaman yang lebih baik ketika mengunjungi kawasan bersejarah tersebut.
Kota Tua Jadi Bagian Program Padang Rancak
Pembenahan Kota Tua tidak berdiri sendiri. Pemko Padang memasukkannya ke dalam agenda penataan sejumlah kawasan strategis melalui program Padang Rancak.
Kawasan Pantai Padang dan Pasar Raya juga menjadi lokasi yang mendapat perhatian pemerintah dalam agenda pembenahan kota.
Malvi mengatakan, penataan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas masing-masing kawasan.
Pendekatan bertahap tersebut membuat pemerintah dapat mengerjakan titik prioritas terlebih dahulu sebelum bergerak ke bagian kawasan lainnya.
Tahap Awal Fokus Infrastruktur Fisik
Camat Padang Barat, Diko Riva Utama mengatakan, penataan Kota Tua Padang pada 2026 difokuskan lebih dulu pada pembangunan fisik.
Jalan dan trotoar menjadi sasaran awal sebelum pengembangan kawasan berlanjut mengikuti konsep yang telah disiapkan pemerintah.
“Penataan ini merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali kawasan Kota Tua Padang. Pemkot tidak langsung mengerjakan seluruh kawasan, tetapi dimulai dari beberapa bagian yang menjadi prioritas, kemudian dilanjutkan secara bertahap sesuai dengan rencana pengembangan,” kata Diko.
Ia menjelaskan program tersebut berkaitan dengan program unggulan Padang Rancak dan Jelajah Padang.
Setelah pekerjaan fisik tahap pertama selesai, penataan kawasan akan dilanjutkan secara berkesinambungan sesuai rancangan pengembangan Kota Tua.
Warga dan Pelaku Usaha Diajak Menyesuaikan Aktivitas
Pekerjaan konstruksi di kawasan yang menjadi ruang aktivitas masyarakat tentu membutuhkan penyesuaian. Karena itu, Pemko Padang telah berkoordinasi dengan warga dan pelaku usaha yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.
Diko mengatakan masyarakat telah diberi informasi mengenai pekerjaan yang sedang berlangsung. Komunikasi tersebut diharapkan membantu aktivitas warga dan usaha tetap berjalan selama proses revitalisasi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi agar mereka mengetahui adanya pekerjaan ini. Jadi, selama proses penataan berlangsung, aktivitas masyarakat bisa tetap menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Pemko Padang berharap pengerjaan tahap awal dapat berjalan lancar hingga selesai. Dengan infrastruktur yang lebih tertata, Kota Tua Padang diharapkan semakin nyaman digunakan sebagai kawasan wisata sekaligus ruang aktivitas ekonomi masyarakat.
Penataan bertahap itu juga menjadi pijakan bagi pengembangan kawasan Kota Tua pada tahap berikutnya. (ant)


