KAYU TANAM, FOKUSSUMBAR.COM – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, menggelar kegiatan workshop bertema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai Media Pembelajaran yang Kreatif dan Inovatif”. Kegiatan berlangsung di SDN 02 Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam dan diikuti oleh 24 guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Sekolah Dasar se-kecamatan setempat.
Workshop ini menghadirkan narasumber kompeten, Ramli Ya’kub, S.Pd., M.Pd., yang merupakan Ketua Komunitas Belajar Muridku Pintar Guruku Hebat sekaligus Sekretaris KKG PAI Kabupaten Padang Pariaman.
Dalam paparannya, Ramli menekankan bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan alat bantu yang dapat memperkaya proses pembelajaran, khususnya dalam desain grafis, pembuatan video pendek, dan video pembelajaran.

“AI dapat menjadi mitra guru dalam menciptakan materi ajar yang lebih menarik, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital. Namun, guru tetap menjadi penentu utama dalam mengarahkan nilai dan etika pembelajaran,” ujar Ramli di hadapan peserta.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Amir Salim, S.Pd., selaku Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, serta Desrimawenti, S.Pd., Pengawas Pembina SD yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, Amir Salim menyampaikan apresiasi atas inisiatif KKG PAI yang dinilainya progresif dan relevan dengan tuntutan zaman.
“Saya sangat mengapresiasi langkah KKG PAI Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam yang telah mengangkat tema AI. Ini menunjukkan bahwa guru-guru kita tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dan berinovasi. Kepala sekolah tentu akan terus mendukung kegiatan semacam ini, karena peningkatan kualitas guru adalah investasi bagi masa depan murid-murid kita,” tutur Amir.
Sementara itu, Desrimawenti, S.Pd., dalam sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi bagi guru PAI agar tidak tertinggal dalam dinamika pendidikan modern.
“AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi untuk memperkuat peran guru. Guru PAI harus mampu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi yang beretika, kreatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter murid. Saya berharap workshop ini tidak berhenti pada hari ini, tetapi menjadi titik awal transformasi pembelajaran di sekolah masing-masing,” tegas Desrimawenti saat membuka acara.
Workshop berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung. Para peserta diajak membuat desain grafis sederhana, menyusun storyboard video pendek, hingga memanfaatkan aplikasi berbasis AI untuk menghasilkan video pembelajaran yang menarik. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi dan tanya jawab yang berlangsung hangat.
GPAI Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam menyampaikan harapan agar pelatihan ini menjadi agenda berkelanjutan. “Kami ingin guru PAI di kecamatan ini tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator konten pembelajaran yang inspiratif. AI adalah alat, dan guru adalah jiwa dari pembelajaran itu sendiri,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KKG PAI Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam menunjukkan komitmen nyata dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21, sekaligus memperkuat peran guru PAI sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. (ramli)






