BUKITTINGGI, FOKUSSUMBAR.COM – Ada pesan khusus yang disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si, kepada para wisudawan pada prosesi wisuda hari kedua, Kamis (17/9/2026).
Sebagai seorang alumni, Silfia Hanani menitipkan empat kata yang menurutnya penting menjadi bekal para lulusan dalam menjalani kehidupan setelah meninggalkan kampus, yakni ilmu, integritas, kepedulian dan kebermanfaatan.
“Sebagai alumni saya ingin menitipkan empat kata: ilmu, integritas, kepedulian, kebermanfaatan,” ujar Silfia Hanani dalam sambutannya.
Menurutnya, ilmu diperlukan agar para lulusan memiliki kemampuan. Namun, kemampuan tersebut harus dibarengi dengan integritas agar tidak disalahgunakan.

Sementara kepedulian diperlukan agar seseorang tidak menjalani kehidupan hanya untuk dirinya sendiri. Sedangkan kebermanfaatan menjadi tujuan agar kehadiran seseorang benar-benar dapat dirasakan oleh orang lain.
“Ilmu, agar Saudara memiliki kemampuan. Kemudian integritas, agar kemampuan itu tidak disalahgunakan. Kepedulian, agar Saudara tidak hidup hanya untuk diri sendiri. Dan kebermanfaatan, agar kehadiran Saudara benar-benar dirasakan oleh orang lain,” tuturnya.
Silfia juga mengingatkan para wisudawan untuk memegang prinsip sederhana dalam menjalani kehidupan. “Hidup bukan hanya tentang menjadi seseorang, tetapi tentang menjadi berarti bagi seseorang,” katanya.
Tetap Menjadi Bagian dari Almamater
Di hadapan para wisudawan, Rektor UIN Bukittinggi itu juga menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari hubungan antara lulusan dengan almamater.
Hari ini, kata Silfia, para wisudawan memang meninggalkan ruang-ruang kelas UIN Bukittinggi. Namun, secara hakikat mereka tidak pernah benar-benar meninggalkan almamater.
“Nama UIN Bukittinggi akan Saudara bawa dalam perjalanan hidup. Dan sebaliknya, nama Saudara juga akan menjadi bagian dari sejarah UIN Bukittinggi,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta para lulusan menjadi duta kebaikan almamater di mana pun berada. Lulusan UIN Bukittinggi diharapkan mampu menunjukkan bahwa pendidikan yang diperoleh di kampus dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata.
“Buktikan bahwa lulusan UIN Bukittinggi mampu menjadi insan yang berilmu, beradab, profesional, terbuka terhadap dunia, kuat dalam nilai keislaman, dan hadir memberi solusi bagi masyarakat,” katanya.
1.723 Mahasiswa Diwisuda
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi melaksanakan wisuda selama dua hari, 16 dan 17 September 2026, dengan total 1.723 mahasiswa yang diwisuda.
Pada hari pertama, 16 September 2026, sebanyak 840 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda. Mereka terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sebanyak 477 orang, Fakultas Syariah 278 orang, serta Pascasarjana 67 orang.
Sementara pada hari kedua, Kamis (17/9/2026), sebanyak 883 mahasiswa diwisuda. Mereka berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebanyak 748 orang dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) sebanyak 135 orang.
Secara keseluruhan, lulusan yang diwisuda terdiri dari 1.578 lulusan program sarjana strata satu (S1), 137 lulusan strata dua (S2), dan 8 lulusan strata tiga (S3).
Terus Berkembang dan Membuka Diri ke Dunia Internasional
Momentum wisuda tahun ini juga menjadi bagian dari perjalanan perkembangan UIN Bukittinggi sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang terus memperluas bidang keilmuan.
Pada 2026, UIN Bukittinggi telah memiliki Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) yang diresmikan Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar. Dengan hadirnya fakultas tersebut, UIN Bukittinggi kini memiliki enam fakultas.
Selain itu, UIN Bukittinggi telah memiliki 26 program studi S1, 8 program studi S2 dan 4 program studi S3, yang mencakup bidang keilmuan agama maupun umum.
Pengembangan kampus juga dilakukan melalui penguatan kerja sama, baik dengan perguruan tinggi dan lembaga di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya, pada tahun ini UIN Bukittinggi dipercaya menjadi tempat magang bagi mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia.
Rektor Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si mengatakan, penguatan kualitas sumber daya manusia juga terus menjadi perhatian UIN Bukittinggi, khususnya bagi dosen dan tenaga kependidikan.
Dosen terus didorong untuk mengembangkan kepakaran, meningkatkan aktivitas penelitian dan pengabdian, termasuk di tingkat internasional. UIN Bukittinggi juga memperkuat kolaborasi dengan para pakar dari luar negeri sebagai bagian dari upaya memperluas dan memperkuat kepakaran akademik.
Di sisi mahasiswa, kesempatan untuk berkiprah di tingkat nasional maupun internasional juga terus diperluas melalui berbagai program, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Lapangan (PL), penelitian dan pengabdian internasional.
Bagi UIN Bukittinggi, pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia, tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dan pesan empat kata dari Rektor—ilmu, integritas, kepedulian dan kebermanfaatan—menjadi bekal yang diharapkan terus dibawa para lulusan dalam perjalanan mereka setelah meninggalkan kampus. (*/bima)






