UIN Bukittinggi dan UKM Dampingi Pemulihan Warga Malalo Pasca-Bencana

Prof. Madya Dr. Azima binti Abdul Manaf, dosen Universiti Kebangsaan Malaysia, menyampaikan materi tentang Pemetaan Lahan Pasca Bencana di nagari Guguak Malalo, kecamatan Batipuh Selatan, kabupaten Tanah Datar. (foto; ist)

TANAH DATAR, FOKUSSUMBAR.COM – Peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, tidak hanya menyisakan kerugian material, tetapi juga ancaman krisis sosial-ekonomi jangka panjang.

Merespons kondisi tersebut, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggandeng Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaborasi Internasional pada 16–17 September 2026.

Mengusung tema “Pulih dan Bangkit Pasca Bencana: Penguatan Spiritual dan Pemulihan Lahan Pertanian”, kolaborasi akademisi dan mahasiswa dari kedua negara ini menerjunkan tim langsung ke tengah warga yang terdampak.

Dalam sesi diskusi yang dipandu Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Bukittinggi, Dr. Irwandi, Ketua Baznas Kabupaten Tanah Datar, Dr. Yasmansah, menekankan pentingnya ketahanan jiwa dalam menghadapi musibah. Menurutnya, dari 14 kecamatan di Tanah Datar, Guguak Malalo menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak lahir dan batin cukup signifikan.

“Bencana bukan hanya merenggut harta benda dan jiwa, melainkan juga memicu kecemasan atas nasib keberlanjutan generasi Malalo 10 tahun ke depan akibat rusaknya aset ekonomi,” ujar Yasmansah.

Merujuk pada nilai-nilai QS. At-Taghabun ayat 11, ia mengingatkan bahwa setiap musibah terjadi atas izin Allah, dan keimanan menjadi fondasi utama yang meneguhkan jiwa manusia agar tidak putus asa. Agama memanggil umatnya untuk menggalang solidaritas sosial melalui gotong royong, menjaga martabat sesama, serta menyalurkan bantuan nyata melalui potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sebagai wujud tindakan konkret, Baznas Tanah Datar juga telah menyalurkan beasiswa pendidikan bagi anak-anak terdampak di Nagari Guguak Malalo.

Dari perspektif tata ruang dan pemulihan ekonomi, Prof. Madya Azima binti Abdul Manaf dari Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan UKM memaparkan pentingnya pemetaan ulang lahan (land mapping). Menurutnya, bencana tidak boleh memadamkan harapan karena selalu ada peluang baru yang dapat dieksplorasi.

“Masyarakat perlu didampingi untuk mengidentifikasi mana lahan yang masih produktif dan mana yang terdegradasi. Lahan produktif dioptimalkan kembali, sementara lahan nonproduktif dapat dialihfungsikan secara terarah—misalnya untuk pengembangan homestay atau unit usaha baru—mengingat Malalo memiliki potensi kuat sebagai desa wisata,” kata Azima. Ia juga menambahkan bahwa area pertanian yang tertimbun material kerikil butuh intervensi teknis agar dapat kembali dimanfaatkan.

Rencana pemetaan potensi lahan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak Nagari Guguak Malalo. Mewakili Wali Nagari, Kepala Jorong Yunarman menyatakan bahwa panduan akademis dalam pemetaan lahan sangat krusial bagi warga untuk memulai kembali mata pencaharian mereka yang lumpuh.

Selain aspek psikososial dan tata ruang, tim pengabdian juga fokus pada pemulihan kualitas tanah pertanian yang rusak atau terkontaminasi bahan kimia. Dosen UIN Bukittinggi yang juga penggerak program ekoteologi, Ali Rahman, M.H., memperkenalkan formula pupuk organik Herdanic di hadapan para petani lokal.

Menurut Ali Rahman, pupuk berbasis bahan hayati ini memiliki keunggulan dalam mengembalikan unsur hara tanah yang rusak, menetralkan tingkat keasaman (pH) akibat endapan material bencana, serta mempercepat pemulihan mikroorganisme tanah tanpa bergantung pada zat kimia sintetis.

Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, menegaskan bahwa institusi perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah krisis kemanusiaan.

“Pengabdian kolaboratif internasional ini adalah wujud nyata dari kaji akademik yang diturunkan menjadi aksi sosial. UIN Bukittinggi berkomitmen untuk tidak sekadar memberikan bantuan tanggap darurat yang bersifat sementara, tetapi menyusun formulasi pemulihan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Silfia.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Bukittinggi, Dr. Muhiddinur Kamal, melalui Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr. Januar, menyampaikan bahwa skema kolaborasi lintas negara ini akan menjadi model pendampingan bencana berbasis riset terapan.

Pihak LPPM memastikan hasil pendampingan—mulai dari pemetaan lahan UKM hingga formulasi pupuk organik Herdanic—akan terus dipantau secara berkesinambungan hingga ekosistem ekonomi dan pertanian Nagari Guguak Malalo benar-benar pulih dan mandiri. (irwandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *